<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mildseven.us &#187; tips</title>
	<atom:link href="http://www.mildseven.us/tag/tips/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.mildseven.us</link>
	<description>Turunan Kapitu MTS Moklet Ngalam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 02:28:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tanda-tanda Balita Harus Dibawa ke Dokter</title>
		<link>http://www.mildseven.us/tips/tanda-tanda-balita-harus-dibawa-ke-dokter.html</link>
		<comments>http://www.mildseven.us/tips/tanda-tanda-balita-harus-dibawa-ke-dokter.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 09:01:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[balita]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mildseven.us/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Vera Farah Bararah &#8211; detikHealth
Jakarta, Kondisi balita yang masih sangat rentan cenderung membuatnya gampang sakit. Orangtua biasanya panik dan sangat khawatir ketika balitanya ada gangguan kesehatan. Sebaiknya ketahui tanda-tanda kapan si balita harus dibawa ke dokter.
Tidak semua orangtua bisa membedakan dengan pasti antara tangisan yang normal dengan tangisan akibat adanya masalah pada tubuh balita. Bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Vera Farah Bararah &#8211; detikHealth</p>
<p><a href="http://www.ayahbunda.co.id/support/image.content/02/001/001/867/P"><img class="alignleft" src="http://www.ayahbunda.co.id/support/image.content/02/001/001/867/P" alt="" width="162" height="218" /></a>Jakarta, Kondisi balita yang masih sangat rentan cenderung membuatnya gampang sakit. Orangtua biasanya panik dan sangat khawatir ketika balitanya ada gangguan kesehatan. Sebaiknya ketahui tanda-tanda kapan si balita harus dibawa ke dokter.</p>
<p>Tidak semua orangtua bisa membedakan dengan pasti antara tangisan yang normal dengan tangisan akibat adanya masalah pada tubuh balita. Bahkan orangtua yang sudah berpengalamn sekalipun sulit membedakannya. Ini karena setiap anak memiliki karakteristik tersendiri yang membuatnya berbeda satu sama lain.</p>
<p>Penting bagi orangtua untuk bisa memahami tanda-tanda apa saja yang menunjukkan bahwa si balita harus dibawa ke dokter, seperti dikutip dari Mayoclinic, Rabu (23/12/2009), yaitu:</p>
<p>1. Adanya perubahan rasa. Dalam hal ini balita menolak untuk menyusu secara berturut-turut atau selera makannya buruk.</p>
<p>2. Perubahaan suasana hati. Jika balita terlihat lesu, sulit untuk dibangunkan dan tidak berhenti menangis meskipun sudah berusaha untuk didiamkan atau dihibur.</p>
<p>3. Pusar atau penisnya menjadi lembek. Jika mudah ditekan dengan pelan pada daerah pusar dan penis atau penisnya menjadi merah dan mengeluarkan cairan (berdarah).</p>
<p>4. Demam. Jika balita masih berusia kurang dari 3 bulan, maka hubungi dokter setiap kali demam. Tapi kalau usianya sudah lebih dari 3 bulan, awasi setiap kali demam dengan istirahat dan minum cairan yang banyak. Jika suhunya lebih dari 38,9 derajat celsius dan balita menjadi mudah marah serta lesu, segera hubungi dokter.</p>
<p>5. Diare. Waspadai jika diare si balita sudah berbentuk cairan dan sering.</p>
<p>6. Muntah. Sesekali balita muntah memang hal yang normal, tapi yang harus diwaspadai adalah jika balita muntah berkali-kali setelah makan atau minum susu dalam satu hari.</p>
<p>7. Dehidrasi. Ciri-ciri balita yang mengalami dehidrasi adalah popok tidak basah selama 6 jam, menangis tanpa air mata dan mulut kering tanpa air liur.</p>
<p>8. Pilek. Jika pilek yang dialami balita sudah mengganggu pernapasannya, mengganggu tidur serta cairan yang dihasilkan oleh hidung berwarna kuning, hijau atau abu-abu dan disertai dengan batuk yang parah.</p>
<p>9. Telinga bermasalah. Hubungi dokter jika balita tidak memberikan respons apapun saat orangtua berbicara atau mengajaknya bercanda, bisa juga adanya cairan yang keluar dari telinganya.</p>
<p>10. Adanya ruam merah di kulit. Hal yang harus diwaspadai adalah jika ruam tersebut meluas, tampak seperti infeksi dan disertai dengan demam.</p>
<p>Jika menemukan gejala tersebut, tidak ada salahnya untuk membawa sang buah hati ke dokter sehingga bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal yang tak kalah penting adalah percayai apa kata naluri Anda, karena kata hati juga bisa menjadi petunjuk.<br />
(ver/ir)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mildseven.us/tips/tanda-tanda-balita-harus-dibawa-ke-dokter.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>11 Aturan Dasar Membesarkan Anak ala Nanny Stella</title>
		<link>http://www.mildseven.us/umum/11-aturan-dasar-membesarkan-anak-ala-nanny-stella.html</link>
		<comments>http://www.mildseven.us/umum/11-aturan-dasar-membesarkan-anak-ala-nanny-stella.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 11:52:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[nanny stella]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mildseven.us/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Penonton setia acara Nanny 911 pasti tak asing dengan nama Nanny Stella. Acara ini memiliki banyak penonton karena para nanny yang terlibat harus membantu keluarga tersebut mencapai kerja sama dan mengubah kekacauan menjadi ketenangan hanya dalam waktu 7 hari.
Beberapa waktu lalu, Nanny Stella mengunjungi Jakarta untuk berbagi 11 aturan dasar (11 Commandments) dalam membesarkan anak. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://www.parentsconnect.com/editorial_images/8/Nanny-911-stella-picture.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.parentsconnect.com/editorial_images/8/Nanny-911-stella-picture.jpg" alt="" width="140" height="140" /></a>Penonton setia acara <em>Nanny 911</em> pasti tak asing dengan nama Nanny Stella. Acara ini memiliki banyak penonton karena para <em>nanny</em> yang terlibat harus membantu keluarga tersebut mencapai kerja sama dan mengubah kekacauan menjadi ketenangan hanya dalam waktu 7 hari.</div>
<p>Beberapa waktu lalu, Nanny Stella mengunjungi Jakarta untuk berbagi 11 aturan dasar (11 Commandments) dalam membesarkan anak. Aturan-aturan ini ia buat bersama salah seorang sahabatnya, Nanny Deb, yang juga ikut dalam acara tersebut. Pengalamannya selama kurang lebih 15 tahun dalam mengasuh anak, ditambah pendidikannya selama 2 tahun di National Nursery Education Board membuatnya percaya diri untuk menerbitkan 11 aturan dasar ini. Menurutnya, aturan dasar ini lintas usia, lintas negara, tidak situasional, tidak emosional, absolut, dan dibuat untuk menghindari tindakan-tindakan buruk yang bisa saja terjadi di masa mendatang.</p>
<p>Berikut adalah 11 aturan tersebut, yang disampaikan Nanny Stella dalam seminarnya di JITEC, Mangga Dua Square, Jakarta, Sabtu (7/12/09) lalu.</p>
<p><strong>Bersikap konsisten</strong><br />
Tidak artinya tidak. Ya, artinya ya. Jika Anda ingin memberlakukan &#8220;<em>timeout</em>&#8221; kepada anak Anda, lakukanlah. Jangan berhenti atau membatalkan hal tersebut hanya karena ada gangguan.</p>
<p><strong>Setiap tindakan punya konsekuensi</strong><br />
Tingkah laku yang baik mendapat imbalan. Tingkah laku buruk mendapat hukuman. Berikan penjelasan jika memang ada imbalan untuk sesuatu yang baik yang ia lakukan, atau hukuman jika ia melakukan kesalahan. Misal, Anda sekeluarga akan berlibur ke tempat liburan yang menyenangkan jika anak bisa meraih angka bagus di rapor. Atau, jika malas belajar, ia akan tinggal kelas.</p>
<p><strong>Katakan seperti apa yang Anda inginkan</strong><br />
Berpikirlah sebelum bicara, atau rasakan akibatnya. Jika si anak pernah melanggar perintah Anda, maka hukumannya pun harus jelas, dan Anda harus melakukan hukuman tersebut. Jika Anda melanggar sistem ganjaran Anda sendiri, maka si anak akan terbiasa mengabaikan hukuman yang Anda tetapkan untuk hal-hal lain. Bersiaplah, karena hal ini akan berujung pada pembangkangan.</p>
<p><strong>Orangtua bekerja sama sebagai satu tim</strong><br />
Kalau Anda dan pasangan tidak saling setuju dalam satu hal, anak Anda tidak akan tahu siapa yang harus ia dengarkan. Hasilnya, ia tak akan mendengarkan siapa pun. Ini tak hanya berlaku untuk Anda dan pasangan saja, tetapi juga untuk semua orang yang berada di tempat Anda membesarkan si anak. Entah itu pengasuh, ibu-ayah, kakek-nenek, paman-bibi, semua yang terlibat dengan si anak. Jangan sampai ada yang memiliki kata-kata yang saling bertolak belakang, karena anak bisa bingung dan malah berakibat buruk baginya.</p>
<p><strong>Jangan berjanji jika tak bisa ditepati</strong><br />
Kalau Anda menjanjikan sesuatu kepada si anak, pastikan janji tersebut terpenuhi. Jika Anda tak pasti bisa memberikan janji tersebut kepada anak, lebih baik jangan dikatakan. Karena ingkar janji bisa jadi hal yang sangat menyakitkan untuk anak.</p>
<p><strong>Dengarkan anak-anak Anda</strong><br />
Akui perasaan mereka. Katakan, “Ibu mengerti”, tapi ucapkan dengan sungguh-sungguh, lalu luangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan Anda. Karena mereka butuh orang yang bisa dan mau mendengarkan keluh-kesah mereka. Jika mereka bersandar kepada orang yang salah, hasilnya bisa menjadi hal yang tak benar untuknya. Cobalah untuk menjadi sahabat mereka dan dengarkan apa yang mereka rasakan. Rasakan nikmatnya menjadi orang terdekat yang mengerti mereka.</p>
<p><strong>Tentukan rutinitas</strong><br />
Rutinitas membuat anak Anda merasa aman dan memberi struktur terhadap waktu yang mereka miliki. Namun tak selalu berarti harus mengikuti jadwal sesuai jam. &#8220;Rutinitas itu penting, agar anak-anak jadi tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Tak perlu berdasarkan jam, berdasarkan rutinitas juga bisa. Dengan demikian mereka belajar keteraturan. Misalnya, usai bermain di sore hari, mereka mandi, makan malam, sikat gigi, cuci kaki, lalu tidur,&#8221; ujar Nanny Stella.</p>
<p><strong>Rasa hormat berlaku dua arah</strong><br />
Kalau Anda tidak menghormati anak Anda, mereka tidak akan menghormati Anda. Hukumnya &#8220;perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan&#8221;. Menghormati mereka dengan memberikan apa yang menjadi hak mereka tanpa menunda, juga mendengarkan apa yang mereka ingin katakan.</p>
<p><strong>Penguatan positif lebih baik dari penguatan negatif</strong><br />
Sanjungan, pujian, dan kebanggaan jauh lebih bermanfaat daripada bersikap nyinyir, negatif, dan mengacuhkan. Lebih baik mengucapkan penguatan positif kepadanya untuk menyampaikan maksud Anda, bukan menunjuk ke suatu kata sifat yang melabeli. Misalnya, &#8220;Mama senang sekali melihat usaha kamu meningkatkan nilai Matematika kamu&#8221; lebih baik ketimbang, &#8220;Kamu pintar. Nilai Matematika kamu sudah naik 1 angka di rapor&#8221;. Ketika Anda melabeli suatu titik, ia akan berhenti di sana dan tidak berusaha untuk berkembang.</p>
<p><strong>Tingkah laku adalah hal yang universal</strong><br />
Tingkah laku yang baik diterima oleh siapa pun. Contohkan padanya untuk mengucapkan &#8220;terima kasih, tolong, atau maaf&#8221; kepada orang-orang yang bersinggungan. Di mana pun, sopan-santun selalu diperlukan. Ajarkan tata krama kepadanya lewat tindakan Anda. Anak seperti kaset kosong yang merekam apa pun yang mereka lihat dari orang-orang, atau apa yang ia saksikan. Maka, berikan contoh terbaik kepadanya.<br />
<strong><br />
Definisikan peran Anda sebagai orangtua</strong><br />
Bukan tugas Anda untuk membuat anak menempel pada Anda. Tugas Anda adalah mempersiapkan anak untuk menghadapi dunia luar, dan membiarkannya menjadi diri sendiri. Jangan selalu menempel dan membantunya mengerjakan segala hal. Sesekali ia pun harus belajar menghadapi rasa sakit hati, rasa gagal, juga rasa tak mampu. Ini penting agar ia bisa mencari jalan untuk mengatasi keterbatasannya.</p>
<p><em>sumber : <a href="http://www.kompas.com">kompas.com</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mildseven.us/umum/11-aturan-dasar-membesarkan-anak-ala-nanny-stella.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>All About Jagrak (standar) Sepeda Motor</title>
		<link>http://www.mildseven.us/umum/all-about-jagrak-standar-sepeda-motor.html</link>
		<comments>http://www.mildseven.us/umum/all-about-jagrak-standar-sepeda-motor.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 07:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[jagrak]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[standar]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mildseven.us/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Standar motor atau biasanya orang jawa biasa menyebut sebagai jagrak adalah salah satu komponen penting sepeda motor. Walaupun kecil, tapi fungsinya amatlah vital, yaitu sebagai alat bantu untuk memarkir motor.
Untuk memarkir motor ada dua pilihan. Pakai standar samping atau tengah, masing-masing ada ketentuannya. Standar sisi dipakai saat motor diparkir tidak terlalu lama. Sedangkan standar tengah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Standar motor atau biasanya orang jawa biasa menyebut sebagai jagrak adalah salah satu komponen penting sepeda motor. Walaupun kecil, tapi fungsinya amatlah vital, yaitu sebagai alat bantu untuk memarkir motor.</p>
<p>Untuk memarkir motor ada dua pilihan. Pakai standar samping atau tengah, masing-masing ada ketentuannya. Standar sisi dipakai saat motor diparkir tidak terlalu lama. Sedangkan standar tengah dimanfaatkan saat motor diparkir cukup lama. Pada 2 standar yang dipakai saat parkir, masing-masing punya treatment sendiri untuk melepas fungsinya.<br />
<span id="more-80"></span><br />
<strong>Jangan asal pegang, treatmentnya sendiri-sendiri</strong></p>
<p>Buat standar samping, cara ngelepasnya gunakan kaki kiri. Sementara itu, tangan kiri memegang setang kiri dan tangan kanan memegang bodi motor. “Biasakan melepas standar samping dulu sebelum motor dinaiki dan dihidupkan,” buka Siswanto, Instruktur Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati (WMS), main dealer motor Honda.</p>
<p>Lalu saat akan parkir pakai standar tengah, posisi rider ada di sisi kiri. Kemudian kaki kiri menginjak tuas standar tengah, sedangkan tangan kiri pegang setang kiri dan tangan kanan menarik pegangan (behel) belakang (lihat gambar). Untuk menghemat tenaga, sebagai tumpuan untuk mengangkat badan motor kita bisa menggunakan kaki kanan. <strong></strong>Kuping standar tengah itu diinjak oleh kaki kanan. Seperti pengungkit, dengan tekanan injakan tersebut secara otomatis motor akan terangkat dan standar tengah dalam posisi terpakai.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://202.43.165.157/gramedia/otomotif/otoweb/images/image/News/Desember%202008/Mingu%201%20(1-7%20Desember)/standar-tengah_-1.jpg" alt="standar 1" width="218" height="178" /> <img class="alignnone" src="http://202.43.165.157/gramedia/otomotif/otoweb/images/image/News/Desember%202008/Mingu%201%20(1-7%20Desember)/standar-tengah_-2.jpg" alt="standar 2" width="208" height="177" /></p>
<p>Pun begitu, saat turunin motor dari standar tengah. Langkah awal, kedua tangan memegang hand grip (kiri-kanan) dan siap-siap menekan rem. Posisi rider di samping kiri besutan, dengan kaki kiri agak di depan (posisi kuda-kuda).</p>
<p>“Badan agak menunduk, biar lebih fleksibel mengikuti gerak motor saat turun,” tambahnya. Kemudian setang agak diangkat sedikit biar posisi motor agak mengangkat, yang dilanjutkan mendorong besutan ke depan. “Agar lebih enteng buat melepas standar tengah,” anjurnya lagi.</p>
<p>Tapi banyak juga rider menurunkan besutan dari standar tengah dengan tangan kiri memegang hand grip kiri. Sedang tangan kanan memegang behel belakang sambil didorong. “Ini sangat berbahaya. Karena saat motor didorong ke depan, tak ada yang ngerem (bebek atau sport). Dikhawatirkan besutan nyelonong dan nabrak,” tutup Siswanto.</p>
<p>sumber : otomotifnet.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mildseven.us/umum/all-about-jagrak-standar-sepeda-motor.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
